The Hunger Games mengambil setting di masa depan ketika Amerika Utara hancur dan terbentuklah satu wilayah baru yang bernama Panem. Panem merupakan wilayah yang terdiri dari 12 distrik miskin dan dipimpin oleh pemerintahan yang kaya namun serakah dan bengis , yaitu Capitol.
Tiap tahunnya, Capitol menggelar event meriah yang dinamakanHunger Games. Hunger Games merupakan permainan yang diusung oleh Capitol untuk mengingatkan para penduduk distrik bahwa tidak ada satupun yang bisa memberontak dan mengalahkan Capitol.
Setiap distrik akan mengorbankan 2 anak (laki-laki dan perempuan) yang berusia 12-18 tahun dan nantinya akan dibawa ke Capitol untuk dilatih, dan akhirnya ditaruh di satu arena yang memaksa mereka untuk membunuh satu sama lain. Peserta yang terakhir bertahan, maka akan dijadikan sebagai pemenang, dan dia beserta distriknya akan mendapatkan persediaan makanan selama setahun.
The Hunger Games bergenre Science Fiction dan memakai sudut pandang pertama, yaitu sudut pandang sang tokoh utama, Katniss Everdeen. Pembaca akan dibawa langsung kedalam pikiran dan emosi Katniss saat ia menempuh pengalamannya menjadi salah satu penduduk distrik yang terpilih menjadi peserta The Hunger Games.
Yang menarik dalam buku The Hunger Games ini ialah bagaimana sang penulis mampu memasukkan berbagai bidang kehidupan, seperti sosial, politik, kemanusiaan, dan ekonomi kedalam cerita fiksi yang karakternya kebanyakan remaja.
di kutip dari http://hungergamesina.wordpress.com.


